Just another WordPress.com site

Gallery

Sekilas tentang Asi dan Susu Formula

Air  Air Susu Ibu: Kandungan dan Perbandingan dengan Susu Formula

                         Oleh Fauzan Hertrisno Firman 1006658291

 

  1. A.    Kandungan ASI dan Susu Formula

Kandungan ASI dapat diklasifikasikan berdasarkan waktu pengeluarannya. ASI tersebut dibagi menjadi tiga yaitu: Kolostrum (hari I-IV), ASI transisi (hari IV –Minggu II), dan ASI Matur (Minggu II-seterusnya).1 Kolostrum lebih banyak mengandung protein dan laktosa. Perbedaan zat gizi Asi transisi dan Asi matur tidaklah berbeda bermakna (lebih banyak mengandung lemak seiring pertambahan waktu).

Perbandingan ASI dan Susu Formula

Susu formula umumnya berasal dari susu sapi murni yang telah diolah dengan zat gizi dasar nya masih sama dengan susu sapi murni.

Karbohidrat

Karbohidrat utama pada Asi adalah laktosa. Kandungan laktosa pada Asi lebih banyak ±30-50% jika dibandingkan dengan laktosa pada susu sapi.1 Konsentrasi laktosa yang lebih banyak ini bertujuan sebagai sumber energi, perkembangan otak, dan pertumbuhan tulang (penyerapan kalsium). Seiring dengan bertambahnya waktu, sumber energi juga didukung oleh lemak (trigliserida). Laktosa juga berperan pada pertumbuhan bakteri baik bagi perkembangan usus (Lactobacillus bividus) yang menangkal keberadaan E.coli pada usus.3 Selain menjadi sumber energi, sebagian dari laktosa akan mengalami perubahan menjadi asam laktat. Asam laktat tersebut akan memberikan suasana asam pada usus bayi sehingga perkembangan bakteri berbahaya dapat dihambat.  Jadi pemberian Asi pada bayi sangat disarankan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi.

  1. Protein

Protein adalah nutrisi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Protein pada Asi dan Susu Sapi secara umum terdiri dari dau jenis yaitu Protein Whey dan Kasein.3 Karakteristik dari Whey adalah halus, lembut dan mudah dicerna. Sedangkan karakteristik dari Kasein adalah kasar, menggumpal, dan sukar dicerna. Rasio Whey dan Kasein pada Asi adalah 3:2 dan pada susu sapi adalah 1:4.1 Jadi pemberian Asi akan mengakibatkan jumlah protein yang diserap lebih banyak daripada susu sapi.

2.Lemak

Lemak pada Asi berfungsi untuk perkembangan Otak. Lemak pada Asi lebih banyak daripada lemak di susu sapi. Jenis lemak yang terkandung adalah asam lemak rantai panjang berupa DHA, AA,Asam Oleat, Omega 3, dan Omega 6.1 Keunggulan Asi adalah adanya enzim Lipase sebagai enzim pencerna lemak dimana pada susu sapi tidak mengandung enzim lipase. Selain itu, adanya kolesterol yang lebih tinggi pada Asi sangat mendukung dalam proses perkembangan otak bayi.3

Proteksi Asi terhadap infeksi

–          Asi bersih dan bebas dari bibit penyakit sehingga membuat bayi sehat.

–          Asi mengandung anti bodi berupa IgA yang dikeluarkan terutama melalui kolostrum.  Antibodi ini melindungi bayi dari bakteri penyebab infeksi.

–          Asi mengandung sel darah putih terutama limfosit dan makrofag sebagai pencegah infeksi.

–          Asi mengandung laktoferrin dimana mengikat zat besi sehingga mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya yang memerlukan zat besi  dan mencegah anemia.

Jumlah cairan bayi dapat dipenuhi oleh Asi sendiri karena:

  1.  Asi mengandung ±88% air.4 Jumlah ini dapat mencukupi kebutuhan bayi walaupun hidup dalam cuaca relatif panas (cuaca gurun) dan kelembapan yang rendah. Walaupun Asi saat – saat awal berupa kolostrum mengandung air dalam jumlah yang sedikit, tetapi bayi telah memiliki cairan yang cukup pada tubuhnya. Jumlah air yang lebih banyak dijumpai pada Asi transisi dan matur.
  2. Kandungan bahan larut yang rendah pada Asi.4 Salah satu fungsi air adalah membuang kelebihan zat terlarut. Ginjal bayi yang belum matang hingga usia tiga bulan mampu membuang zat – zat larut ini untuk homeostasis cairan. Oleh karena kandungan Asi mengandung sedikit bahan larut, bayi tidak membutuhkan air sebanyak anak-anak maupun dewasa.
  1. Efek Pemberian Susu Formula pada Bayi

Pemberian susu formula pada bayi berumur <6 bulan akan menimbulkan beberapa akibat. Hal yang paling ditakutkan adalah terkontaminasinya susu formula oleh bakteri berbahaya sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan bayi.4 Tambahan cairan selain Asi seperti air putih dan susu formula akan beresiko kekurangan gizi dan kehilangan berat badan secara drastis. Pemberian cairan tambahan akan memberikan rasa kenyang pada bayi sehingga konsumsi Asi akan menurun.1 Padahal, zat-zat yang terdapat pada Asi sangat mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Selain itu, tambahan cairan dari luar sangat dikhawatirkan adanya kontaminasi bakteri patogen apabila didukung dengan sanitasi yang rendah, umumnya dijumpai pada negara berkembang. Bahkan pada bayi dengan diare disarankan untuk meningkatkan frekuensi menyusui untuk mencukupi asupan cairan, bukan dengan memberi asupan selain asi termasuk susu formula.4

Beberapa penyakit yang berhubungan dengan pemberian susu formula pada bayi berusia <6 bulan, antara lain:

  1. Resiko pada Asma.

–          Sebuah penelitian yang melibatkan 2.184 anak yang dilakukan oleh rumah sakit khusus anak di Toronto menemukan bahwa risiko asma dan kesulitan bernafas sekitar 50% lebih tinggi jika bayi diberi susu formula dibandingkan dengan bayi yang diberikan ASI selama 9 bulan atau lebih. (Dell S, To T. Breastfeeding and Asthma in Young Children. Arch.Pediatr Adolesc Med 155:1261-1265,200).

–          Para peneliti yang meninjau kembali 29 penelitian yang mengevaluasi efek perlindungan dari pemberian Asi terhadap asma dan penyakit alergi lain. Sesudah memberikan kriteria yang ketat untuk penilaian, 15 penelitian masuk dalam pengkajian ini. Kelima belas penelitian ini menunjukan bahwa pemberian Asi memberikan efek melindungi terhadap asma dan penyakit alergi lain. (Oddy WH, Peat JK. Breastfeeding, Astma, and atopic deaseas: an epidimiological review of the literature. J. Hum Lact 19:250-161, 2003)

  1. Menurunnya Perkembangan Kognitif

–          Sejumlah 3.880 anak australia diikuti sejak lahir untuk menentukan pola pemberian ASI dan perkembangan kognitif anak selanjutnya. Anak-anak yang mendapatkan ASI selama enam bulan atau lebih mendapat skor 8,2 poin lebih tinggi untuk anak perempuan dan 5,8 poin lebih tinggi untuk anak laki-laki dalam tes kosa kata, dibandingkan dengan anak-anak yang tidak pernah diberi ASI. (quinn PJ, O`callagan M, Williams GM, Aderson MJ, Bo W. The effect of breastfeeding on child dev. at 5 years: a cohort study. J Peadiatr child health 37:465-469, 2001).

–          Untuk menentukan pengaruh pemberian Asi eksklusif terhadap perkembangan kognitif dari bayi untuk masa kehamilan, dilakukan penelitian yang berpusat di AS dan melibatkan 220 bayi, dengan menggunakan skala tumbuh kembang bayi Bayley pada usia 13 bulan, dan hasil tes kecerdasan Wechler untuk usia pra sekolah dan sekolah dasar untuk usia lima tahun. Para peneliti menyimpulkan bahwa pemberian Asi secara eksklusif (tanpa makanan/minuman lain) kepada bayi kecil untuk masa kehamilan memberikan keuntungan yang signifikan bagi perkembangan kognitifnya tanpa mengorbankan pertumbuhannya. (Rao MR, Hediger ML, Levine RJ, Nancy AB, Vik T. Efect of breastfeeding on cognitive development of infants born small for gestational age. arch pediar adolesc 156:651-655, 2002)

  1. Kaitan dengan Pemicu

Seorang bayi lahir dengan bedah sesar, cukup bulan. Lalu berat bayi menurun 200 gram (3200 gram menjadi 3000 gram). Sang Ibu mau memberikan susu formula karena produksi Asi sedikit.

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, pemberian susu formula akan menyebabkan:

  1. Kontaminasi susu formula oleh bakteri berbahaya, mengakibatkan infeksi dan pertumbuhan dan pertumbuhan dan perkembangan bayi terhambat.
  2. Pemberian susu formula akan membuat bayi merasa kenyang, mengakibatkan konsumsi Asi menurun, zat gizi pada Asi tidak optimal terserap pada bayi sehingga pertumbuhan dan perkembangan bayi terhambat. Jadi, pemberian susu formula pada kasus tersebut tidak tepat karena mengakibat terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan bayi. Untuk mengatasinya, produksi Asi harus ditingkatkan.

Daftar Pustaka

  1. 1.      Purnamasari, Dyah Umiyarni. Asi Ekslusif. . [cited on 2011 Sept 13]. Available from: dyah-purnamasari.blog.unsoed.ac.id/files/2011/…/ASI-EKSKLUSIF-PDF.
  2. Departemen Kesehatan RI; Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat, Direktorat Bina Gizi Masyarakat. Pedoman pemberian makanan bayi dan anak dalam situasi darurat, 2007. Jakarta.
  3. Siregar, Muhammad Arifin. Faktor-faktor pemberian Asi oleh ibu yang melahirkan. USU Digital Library;2008.
  4. Pemberian Asi ekslusif: satu-satunya cairan yang dibutuhkan oleh bayi usia dini. [lembar tanya jawab]. Washington: Academy of Educational Development; 2002 [cited 2011 Sept 13]. Available from: www.linkagesproject.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s