Just another WordPress.com site

Gallery

Kelainan Persarafan di Ekstremitas Atas

Lembar Tugas Mandiri

Kelainan Persarafan di Ekstremitas Atas

Oleh Fauzan Hertrisno Firman 1006658291

Pengantar

Secara umum, persarafan di tubuh meliputi dua hal yaitu: neuron sensorik dan motorik. Neuron sensorik berfungsi untuk menerima rangsangan dan neuron motorik berfungsi mengkoordinasi otot untuk menghasilkan gerakan tertentu. Terganggunya persarafan di daerah ekstremitas atas berakibat: (1) hilangnya fungsi sensoris, (2) tidak dapat menggerakkan area tertentu pada tangan.

  1. Anatomi Persarafan di Ekstremitas Atas1

Persarafan untuk ekstremitas atas berawal dari plexus brachialis. Percabangan struktur ini terbagi pertama kali di anterior skapula berupa: fasciculus lateralis, fasciculus posterior, dan fasciculus medialis.

  1. Fasciculus lateralis, bercabang menjadi: n.musculocutaneus dan n. medianus. Untuk n.medianus akan bercabang lagi menjadi n.interossus, sementara itu n.medianus yang lain terus bergerak menuju palmar. N.medianus bercabang menuju daerah palmar (ramus palmaris nervus medialis). Di os.carpal, n.medianus bercabang menjadi lima dengan nama n.digitales palmares communes; cabang ini akan melewati os.metacarpal. Dari medial ke lateral, cabang ke-2,4,5 n.digitales palmares communes bercabang menjadi n.digitales palmares proprii communes. Akhir dari nervus median ini(dari medial ke lateral) yaitu: (1) os.trapezium, (2) phalanx distal I arah medial dan lateral (3) phalanx distal II arah medial, (4) phalanx distal II arah lateral dan phalanx distal III arah medial, (5) phalanx distal III arah lateral dan phalanx distal IV arah medial.
  2. Fasciculus posterior, bercabang menjadi: n.axillaris dan n.radialis. Di sekitar fossa cubiti, n.radialis memiliki ramus superficialis dan profundus. Ramus superficialis akan bercabang menjadi tiga n.digitalis dorsales di os.carpal. Akhir cabang-cabang nya yaitu (dari medial ke lateral): (1) phalanx distal I arah medial, (2) phalanx distal II arah medial, (3) phalanx distal III arah medial dan phalanx distal II arah lateral.
  3. Fasciculus medialis, menjadi n.ulnaris; sekitar distal dari ulna, memiliki ramus dorsali n.ulnaris, sementara itu ramus profundus di daerah os.carpal dan mengarah ke os.metacarpal. Ramus superficialis mempersarafi: (1) phalanx V lateral (2) phalanx distal V medial dan phalanx distal IV medial.

Kelainan akibat Persarafan di Ekstremitas Atas

a. Nervus medianus

– Sindrom Pronator2

Kompresi terjadi di m.pronator teres dimana n.medianus dan a.brachialis antara kedua kepala pronator teres dan berjalan di sebelah dalam ke asal fibrosa m.fleksor digitorum superfisial. Akibat yang ditimbulkan berupa nyeri tekan lokal, berkurangnya gerakan tangan yang dipersarafi n.medianus dan baal di tenar (diatas os.trapezium)

– Sindroma Terowongan Karpal3

Kompresi n.medianus di terowongan karpal. Menimbulkan baal di jari yang dipersarafi n.medianus dan nyeri tekan yang menyebar ke seluruh telapak tangan.

b. Nervus ulnaris

– Sindrom terowongan kubital2,3

Kompresi n.ulnaris yang melewati terowongan kubital. Terowongan kubital; ketika n.ulnaris melewati alur di belakang epikondylum medial humerus (sulcus n.ulnaris), diselimuti oleh jaringan fibrosa yang dibentuk dari jaringan fasia padat. Struktur ini yang disebut dengan terowongan kubital. Gejala yang ditimbulkan berupa baal, kekakuan pada telapak tangan dan jari-jari yang dipersarafi n.ulnaris.

c. Nervus radialis3

Kompresi n.radialis terutama terjadi saat kompresi tangan bagian posterior dan fraktur pada humerus (mengenai sulcus n.radialis). Akibatnya berupa jari tangan yang sulit untuk ekstensi dan sensoris yang hilang di punggung tangan.

 

Kelainan diatas terutama diakibatkan oleh kompresi nervus di tempat-tempat tertentu. Namun, di sepanjang perjalanan nervus ini hingga ujung nya dapat mengalami gangguan terutama oleh trauma. Regio nervus yang terkena akan terasa nyeri tekan lokal, berakibat pada bagian selanjutnya (bagian distal) mengalami gangguan motorik dan gangguan sensorik. Untuk menentukan nervus yang mengalami gangguan, diperiksa gangguan sensorik dan motorik pada bagian yang bisa menjadi differensial antara satu nervus dengan nervus lainnya.

 

Referensi:

  1. Rohen, Johannes W. Yokochi, Chihiro. Lutjen Drecoll, Elke. Color atlas of anatomy: a photographic study of human body. 7th ed. Stuttgart, Germany: Schauttauer GmbH; 2011.
  2. Saanin, Syaiful. Kelainan saraf karena jeratan pada anggota atas [monograph on the Internet]. Padang: Fakultas Kedokteran Universitas Andalas; 2010 [cited 2011 Dec 14]. Available from: http://www.angelfire.com/nc/neurosurgery/Atas.html.
  3. Price, Sylvia A. Pathophysiology: clinical concepts of diseases processes. 6th ed.Elsevier Science: Mosby;2002.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s