Just another WordPress.com site

Gallery

Pemeriksaan Cairan Sendi dan Pemeriksaan Radiologi pada Kelainan Sendi

A. Pemeriksaan Cairan Sendi

Pemeriksaan ini dikenal dengan nama formal yaitu: analisis cairan sinovial, tetapi mempunyai nama lain berupa analisis cairan sendi.1 Pemeriksaan cairan sendi dilakukan untuk membantu mendiagnosis penyebab peradangan, nyeri, dan pembengkakan pada sendi. Cairan sendi diambil menggunakan jarum yang ditusuk ke dalam cairan itu berada (area diantara tulang pada sendi tersebut).1  Cairan sinovial menjadi pelumas dalam sendi. Cairan sinovial akan memberikan nutrisi bagi tulang rawan sehingga tidak dapat aus selama penggunaan (gesekan dalam pergerakan sendi).2

Analisis cairan sendi terdiri dari serangkaian uji yang dilakukan untuk mendeteksi perubahan yang terjadi akibat dari penyakit tertentu. Ada beberapa karakteristik cairan sinovial yang patut dikaji antara lain:

  1. Karakteristik fisik1: evaluasi dari penampilan secara umum dari cairan sinovial, meliputi kekentalan (viskositas).  Karakteristik fisik yang normal berupa: cairan bening, berwarna jernih hingga kekuningan, dan kental (viskositas tinggi akibat kandungan asam hialuronat, ketika mengambilnya dengan jarum membentuk ‘string’ beberapa inchi layaknya cairan kental pada umumnya). Perubahan yang terkait pada aspek fisik ini yaitu: cairan keputihan (berawan) disebabkan oleh hadirnya mikroorganisme dan sel darah putih) dan berwarna kemerahan akibat hadirnya sel darah merah. Antara cairan sinovial berawan dan kemerahan dapat terjadi dalam satu spesimen.
  2. Karakteristik kimia1: mendeteksi perubahan zat kimia tertentu pada cairan sinovial, meliputi: glukosa (level glukosa di dalam cairan ini lebih rendah daripada level glukosa darah dan dapat menurun lebih signifikan lagi pada inflamasi dan infeksi sendi, protein (kandungan protein meningkat akibat peradangan infeksi), asam urat yang meningkat (pada Gout).
  3. Karakteristik mikroskopik1,2:  menghitung sel-sel yang terdapat pada cairan sinovial (terutama untuk menghitung leukosit) meliputi: hitung leukosit (batas normal yaitu <200 sel / mm3, leukosit yang berlebihan menandakan adanya inflamasi seperti pada Gout dan rheumatoid artritis, neutrofilia menandakan infeksi bakteri, dan eosinifilia menandakan penyakit Lyme), dan melewati cairan sinovial ke sinar polarisasi untuk melihat adanya kristal asam urat (kristal jarum) pada penyakit Gout.
  4. Karakteristik infeksius1: menemukan agen infeksius (bakteri atau jamur) dalam cairan sinovial meliputi: pewarnaan gram (untuk melihat tipe agen infeksius), pembiakan, uji kerentanan terhadap antibiotik (sebagai panduan dalam memilih antibiotik), dan uji BTA jika dikhatirkan adanya mikrobakterium.

Analisis cairan sendi dilakukan jika menemukan sesuatu yang mencurigakan di daerah persendian, berupa1: (1) nyeri di daerah persendian, (2) eritema meliputi daerah persendian dan sekitarnya, (3) inflamasi di daerah persendian, dan (4) akumulasi cairan sinovial.

Prosedur dalam pengambilan cairan sinovial dikenal dengan arthrocentesis1,2. Setelah dianastesi lokal, dokter akan melakukan penyuntikan hinga masuk ke tempat cairan sinovial berada (area diantara tulang). Selain untuk mengambil spesimen cairan sinovial, prosedur ini dilakukan juga dalam:

  1. Pengambilan cairan sinovial berlebihan untuk mengurangi tekanan yang berlebihan.
  2. Injeksi kortikosteroid ke dalam cairan sinovial yang mengalami inflamasi.

Selain hal yang telah dibahas sebelumnya, ada uji bekuan musin terhadap cairan sinovial2. Cairan sinovial ditambahkan dengan asam asetat. Asam asetat akan bereaksi dengan asam hialuronat untuk membentuk presipitasi. Dalam cairan sinovial normal (kadar asam hialuronat optimal) membentuk endapan sementara pada inflamasi sendi dimana asam hialuronat dipecah oleh enzim lisosom sehingga menghasilkan endapan yang tidak begitu memuaskan. Selain itu, kejernihan pada cairan sinovial akan menghilang akibat munculnya zat/sel dalam peradangan.

Beberapa perbandingan cairan sinovial terhadap keadaan penyakit tertentu2:

Normal Degeneratif SLE Gout Atritis reumatoid Sindrom Reiter
Warna dan kejernihan jernih kekuningan jernih kekuningan jernih kekuningan berawan dan kekuningan berawan dan kekuningan buram berawan
Bekuan musin baik baik sedang sampai baik buruk buruk buruk buruk
Hitung leukosit (rata-rata) 200 1000 5000 10000-20000 15000-20000 20000 50000-75000

Artritis infeksius , cairan sendi berawan, endapan musin buruk, leukosit 50000-75000/mm3.

B. Pemeriksaan Radiologi

Pemeriksaan radiologi sebagai pemeriksaan penunjang dibutuhkan untuk melihat struktur yang dicurigai mengalami kelainan.3 Pemeriksaan rontgen merupakan modalitas utama (sekitar 60-70% kelainan muskuloskeletal dapat ditegakkan diagnosis). Berikut penjelasan dari temuan radiologik yang meliputi penyakit pada sendi:

  1. Celah sendi3

Pada sendi normal, tulang yang berhubungan tidak bertemu secara langsung. Adanya tulang rawan dan cairan sinovial memberikan gambaran adanya celah di rontgen (tulang rawan dan cairan tidak terlihat pada foto polos). Adanya masalah di dalam tulang rawan dan cairan sinovial berakibat salah satunya hubungan antara tulang mendekat sehingga celah sendi menyempit. Hal ini bisa diakibatkan degenerasi tulang rawan atau cairan sinovial.

2. Osteofit3

Osteofit merupakan penulangan baru akibat kompensasi denerasi tulang rawan. Karena penulangan ini di luar ‘kebiasaan’, hasil dari penulangan ini menjadi tidak teratur, osteofit ini bisa menyebabkan nyeri jika tumbuh dan berinteraksi dengan tulang lain dalam bergerak.

3. Sclerosis subchondral3

Subchondral merupakan lapisan yang berada di bawah tulang rawan. Karena aliran darah yang meningkat menyebabkan penebalan lapisan ini dan bisa membentuk kista subchondral dan meningkatkan tekanan pada tulang dan menyebabkan nyeri.

Dapat dilihat foto polos articulatio genu yang normal (atas: AP, bawah: lateral)

eBook Sobotta

eBook Sobotta

Berikut foto polos dari gambaran penyempitan sendi, osteofit (multipel), dan sclerosis subcohndral.

. 2001 Jul [cited 2011 Dec 19]. Available from: http://www.aafp.org/afp.”%5DReferensi:

  1. Lab test online.org [homepage on the Internet]. New York: American Association of Clinical Chemistry, Inc.; 2001-11 [updated 2011 Apr 29; cited 2011 Dec 19]. Available from: www.labtestsonline.org.
  2. Price, Sylvia A. Pathophysiology: clinical concepts of diseases processes. 6th ed.Elsevier Science: Mosby;2002.
  3. JR Swagerty, Daniel L. Hellinger, Deborah. Radiographic assessment of osteoartritis. American family physician [serial on the Internet]. 2001 Jul [cited 2011 Dec 19]. Available from: www.aafp.org/afp.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s