Just another WordPress.com site

Gallery

Myasthenia Gravis: Sebuah Tinjauan

oleh: Fauzan Hertrisno Firman

Myasthenia gravis merupakan penyakit autoimun yang menyerang reseptor Asetilkolin (AChR).1 Reseptor ini pada fungsi normal berinteraksi dengan asetilkolin dan menghasilkan potensial aksi sebagai inisiasi awal dari kontraksi otot rangka. Pada penyakit ini ditemukan antibodi terhadap AChR.1 Antibodi ini menyebabkan degradasi dari reseptor dan secara tidak langsung menghambat ikatannya dengan asetilkolin.2 Pewarnaan imunologik menunjukkan adanya antibodi ini dan sering terkait dengan penyakit autoimun lain (seperti: lupus eritematous sistemik, artritis rheumatoid, dan sindrom Sjogren.) Selain itu, penyakit ini juga disertai hipoplasia timus dan timoma. Secara epidemiologi, dapat terjadi di segala umur dan prevalensinya tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin.1 Dari aspek histopatologi, serat otot rangka tidak menunjukkan kelainan pada tingkat awal. Namun seiring berkembangnya penyakit, atrofi otot tipe II terjadi dan sebukan limfosit di jaringan ikat sekitar otot. Pada pemeriksaan mikroskop elektron ditemukan pelebaran celah taut neuromuskular.1 Gejala klinis berupa paralisis otot terutama setelah beraktivitas.2 Ptosis (menurunnya kelopak mata) dan penglihatan ganda (strasbismus) muncul sebagai paralisis di otot-otot penginervasi bola mata dan dapat disertai gagal napas jika gagal diobati sebagai manifestasi gagal kontraksi pada otot pernapasan. Terapi dasar pertama adalah pemberian piridogstigmin.3 Golongan obat antiasetilkolinesterase mencegah pengurangan asetilkolin sehingga asetilkolin mampu berikatan dengan reseptor dan menghasilkan potensial aksi dalam kaskade awal kontraksi otot.4

 Referensi:

  1. Guyton, C Arthur: Fisiologi manusia dan mekanisme penaykit. 3rd ed. Jakarta: EGC;1990.
  2. Kumar, Vinay. Cotran, Ramzi S. Robbins, Stanley S. Buku ajar patologi. 7th ed. EGC: Jakarta; 2007.
  3. Neuromuscular disease center [homepage on the Internet]. Washington University. [updated 2010 May 11; cited 2011 Dec 26]. Available from: http://neuromuscular.wustl.edu/mtime/mgrx.html
  4. Departemen Farmakologi dan Terapeutik FKUI. Farmakologi dan terapi. 5th ed. Balai Penerbit FKUI: Jakarta;2007

 


One response

  1. Wah Zan..
    istilahnyo kedokteran bana ko mah…

    December 26, 2011 at 10:50 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s