Just another WordPress.com site

Gallery

Efek Bayi Prematur dan Tatalaksana pada Bayi Prematur

Bayi dilahirkan secara normal pada keadaan gestasi 38 minggu (cukup bulan). Apabila dilahirkan dibawah usia gestasi 38 minggu disebut dengan kurang bulan (prematur). Bayi prematur minimal dilahirkan pada trimester terakhir (akhir bulan-ke 6).1 Bayi dilahirkan dari umur gestasi sekitar 25 minggu dimana pertumbuhan dan perkembangan sistem pernapasan telah membentuk alveolus dan adanya sawar darah-udara. Namun pada kelahiran dari rentangan usia gestasi 25 minggu ini mengalami beberapa permasalahan pada sistem tubuh yang belum matang secara sempurna dan dibutuhkan tatalaksana sesuai dengan tingkatan-tingkatan umur:

25 minggu-28 minggu1

Berat bayi pada rentangan waktu ini adalah 900-1300 gram. Refleks menghisap dan menelan pada umur kelahiran ini belum berkembang secara sempurna. Bayi ini juga didominasi oleh kegiatan tidur lebih kurang 20 jam dalam sehari. Kemampuan tonus otot belum berkembang secara sempurna, sehingga pergerakan bayi terutama dari ekstremitas masih minim. Kulit bayi masih ditutup dominan oleh lanugo. Perawakan bayi nya sangat kurus yaitu kulit terlihat sangat tipis dan berwarna kemerahan. Hal ini disebabkan karena kurangnya jaringan ikat yang berada di bawah kulit.

28 minggu -31 minggu1

Berat bayi pada rentangan waktu ini berkisar 1400-2100 gram. Penampilan fisik bayi pada umur ini sudah hampir mirip dengan bayi cukup bulan. Kontur bayi pada rentangan waktu ini disebabkan oleh endapan lemak subkutis. Tetapi pada kulitnya masih terlihat belum tebal (seperti pada bayi cukup bulan), kemerahan pada warna kulit sudah menghilang. Sistem syaraf pada bayi hampir sempurna, bisa ditemukan gerakan pada tangan berupa sentuhan dalam jangka waktu yang pendek (hitungan dalam detik).

32-35 minggu1

Berat bayi pada rentangan waktu ini berkisar 2200-2900 gram. Bayi sudah dapat bernafas dengan sendirinya. Kemungkinan untuk mengalami beberapa kelainan akibat kurang bulan sangat kecil. Untuk berjaga-jaga ventilator tetap ada.

Pembagian NICU (Neonatal Intensive Care Unit) berdasarkan keadaan bayi. Level 1 untuk bayi yang cukup bulan. Level 2 untuk bayi yang dilahirkan 32 minggu-38 minggu. Level 3 untuk masa kritis bagi prematur (24 minggu-32 minggu).

Tatalaksana pada Bayi Prematur

Bayi prematur dengan berat 1800 -2000 gram dan usia kehamilan 32-38 minggu dapat dibawa pulang asalkan tidak ada faktor penyulit  (skor APGAR yang normal). Bayi dipastikan memiliki refleks menghisap dan menelan dengan melihat bagaimana respons bayi menghisap putting susu ibunya.2,3 Namun jika syarat-syarat diatas tidak terpenuhi ada beberapa perlengkapan yang harus dipersiapkan dalam NICU.

a. Pengaturan suhu1,2

Pada masa-masa kritis bayi prematur (24 minggu-32 minggu), sangat dibutuhkan perawatan secara intensif. Hal dasar adalah penempatan bayi pada inkubator yang suhunya disetting seperti di rahim (36,5 – 37,5oC). Bayi prematur sangat mudah mengalami hipotermia karena luas tubuh yang mendekati bayi cukup bulan dan metabolisme yang sangat rendah. Bayi ditempatkan di dalam inkubator hingga mencapai waktu yang seharusnya dia lahir (cukup bulan).

b. Nutrisi2,3

Kebutuhan protein  3-5 gram / kg BB dan kalori 110 kal/kg BB. Pemberian Asi pada kelahiran dengan masa gestasi 24 minggu – 32 minggu dilakukan melalui intravena ataupun sonde lambung (saluran dari hidung, tenggorokan, dan berujung di lambung). Sedangkan dengan masa gestasi 32 minggu-35 minggu diberikan dengan botol susu formula.

Prosedur pemasangan sonde lambung:3

1.        Beritahu orang tua pasien tindakan yang akan dilakukan

2.        Inform consent

3.        Cuci tangan

4.        Pakai sarung tangan steril dan masker

5.        Tidurkan pasien posisi terlentang dengan kepala lebih tinggi

6.        Bersihkan lubang hidung dan orofaring dengan penghisap secara hati-hati

7.        Panjang bagian sonde lambung yang akan dimasukkan diperkirakan dengan jalan  mengukur jarak dari lobang hidung ke orofaring terus ke esophagus, sampai batas plester berada dilobang hidung

8.        Masukkan sonde sambil memantau denyut jantung (awas bradikardi)

9.        Pasang semprit pada pangkal sonde

–           Bila diisap cairan lambung akan mengalir keluar, ini ditampung sesuai kebutuhan

–           Bila sonde lambung akan dipergunakan untuk pemberian makanan atau obat, diperiksa sekali lagi apakah ujung sonde tersebut tepat berada di lambung ? ( bukan di paru-paru ) yaitu dengan memasukkan udara melalui semprit 5 – 10 ml dan didengarkan didaerah lambung dengan stetoskop

–           Bila sonde lambung akan digunakan untuk dekompresi udara maka pangkal sonde dimasukkan ke dalam bejana berisi air steril atau air bersih

10.     Fiksasi sonde dengan plester

11.     Cuci tangan

Catatan :

1.        Pada anak atau bayi dengan distress pernafasan sebaiknya sonde lambung dimasukkan melalui mulut, caranya sama hanya sambil mendorong perlahan-lahan, anak diminta untuk melakukan gerakan menelan

2.        Bila terdapat tahanan sewaktu pemasukan sonde, hendaknya jangan terus dipaksakan ( bahaya perforasi ).

c. Pemberian Surfaktan2

Dalam beberapa kasus, bayi prematur dengan masa gestasi 25 minggu-28 minggu mengalami sindrom gawat napas (membran hialin). Hal ini disebabkan produksi surfaktan yang sangat minim sehingga menyebabkan alveolus kolaps. Untuk mengantisipasinya, diberikan surfaktan melalui intravena.

Referensi:

  1. Perez, Lisa McDermott. Premiee parents: recovering baby’s premature birth. Praeger publishers. : New York; 2007.
  2. Etika, Risa. Damanik, M Sylviaty. Indarso, Hariato. Harianto, Agus. Pemberian surfaktan pada bayi prematur. [Laporan Kasus]. FK Unair/ RS. Dr. Soetomo.
  3. Sitohang, Nur Asnah. Asuhan keperawatan pada bayi berat lahir rendah. USU library digital: 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s