Just another WordPress.com site

Gallery

Proses Pembentukan Acne (Jerawat)

Sebelum membahas tentang pembentukan acne, diperkenalkan dulu beberapa istilah dalam menjelaskan keadaan abnormal pada kulit, antara lain1:

  1. Papula : Lesi padat meninggi dengan garis tengah <5 mm.
  2. Nodul : Lesi padat meninggi dengan garis tengah >5 mm.
  3. Pustula : Lesi meninggi berbatas tegas yang berisi nanah.

Acne yaitu peradangan kronik yang terjadi berkaitan dengan aktivitas kelenjar sebasea2. Acne berdasarkan onset kejadiannya, dapat terjadi pada masa bayi, pubertas, dan dewasa. Acne bisa saja dalam bentuk komedo, papula, nodul, pustula, kista, dan jaringan parut berdasarkan penyebab dan patogenesisnya3. Acne disebabkan oleh empat mekanisme dasar, yaitu2,3: meningkatnya sekresi sebum, hiperkeratosis, kolonisasi Propionibacterium acnes, dan reaksi inflamasi.

Meningkatnya sekresi sebum2,3

Sebum dihasilkan oleh kelenjar sebasea. Kelenjar ini dikontrol oleh hormon androgen dalam aktivitas sekresi sebum. Ketika sebum yang dikeluarkan berlebihan, saluran transport ke permukaan kulit dapat menjadi terhambat. Penumpukan sebum secara berlebihan ini dikenal dengan istilah komedo. Penumpukan sebum ini dominan di dua area saluran pengeluaran, yaitu: area folikel rambut dan area epidermis. Kalau penumpukan di area folikel (komedo tertutup), cenderung membentuk papula yang sangat kecil dengan titik atau penonjolan di tengah. Lesi ini paling banyak tersebar di daerah dahi dan pipi dengan reaksi peradangan hampir tidak ada. Selain itu, penumpukan sebum di area epidermis (komedo terbuka),  folikel rambut tertutup oleh sebum dan melebar sehingga menimbulkan bintik kehitaman jika dilihat.

Hiperkeratosis1

Hiperkeratosis diartikan sebagai produksi berlebihan dari stratum corneum. Keadaan ini dapat menutupi pori kulit dimana tempat keluar sebum. Hal ini dapat menyebabkan komedo dan memicu reaksi peradangan yang mengarah kepada perkembangan pada lesi dengan ukuran lebih besar.

Kolonisasi Propionibacterium acnes3

Di dalam folikel rambut, bakteri anaerob ini berproliferasi. Organisme ini beraksi pada sebum di area folikel rambut dan kelenjar sebasea. Semakin banyaknya bakteri ini, kedua struktur tersebut dapat menjadi ruptur. Bersamaan itu, bakteri beserta zat kimia yang dikeluarkannya memicu reaksi peradangan sehingga menghasilkan jerawat. Tingkat keparahan dari peradangan ini dapat dilihat dari struktur yang terbentuk (papula, pustula, atau nodula).

Reaksi Inflamasi1

Segera setelah bakteri masuk ke dermis, peradangan akut pun dimulai segera. Pada peradangan ini, ada dua komponen utama:

-Perubahan vaskular: perubahan dalam ukuran pembuluh darah yang mengakibatkan peningkatan aliran darah (vasodilatasi) dan perubahan struktur yang memungkinkan protein plasma meninggalkan sirkulasi (permeabilitas vaskular meningkat).

– Emigrasi leukosit (neutrofil) ke area bakteri (tempat peradangan).

Neutrofil memiliki 3 jenis reseptor yang akan bereaksi dengan endotel yaitu: β2 integrin, reseptor chemokin, dan selektin ligand yang secara berturut-turut akan berikatan dengan ICAM 1, proteoglikan, dan E-selektin.

Proses fagositosis:

Mikroba berada di dekat neutrofil, neutrofil membentuk pseudopodia, pseudopodia tersebut mengurung mikroba tersebut dalam sebuah kantung yang disebut dengan fagosom, fagosom fusi dengan lisosom, lisosom menguraikan mikroba tersebut, badan residu dari mikroba tersebut di eksitosis.

Secara umum, ada lima tanda peradangan, yaitu: rubor, dolor, kalor, tumor, dan functio lesa1. Jika bakteri tersebut persisten (berada dalam jangka waktu relatif lama) berada di dermis, peran dari netroufil diambil alih oleh limfosit dan monosit yang berakhir dengan pembentukan jaringan fibrosis padat (jaringan parut) atau yang lebih dikenal dengan istilah ‘bopeng’.

Referensi:

1. Kumar, Vinay. Cotran, Ramzi S. Robbins, Stanley S. Buku ajar patologi. 7th ed. EGC: Jakarta; 2007.

2. Gawkrodger, David J. Dermatology: an ilustrated colour text. 3rd ed. Churcill Livinstone: Toronto;2002.

3. Graham, Robin. Burns, Tony Brown. Dermatology: lecture notes. 8th ed. EMS: Jakarta;2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s